Entry: Lorong Cita Tuesday, July 19, 2005



Lorong Cita

 

Langkahku belum lagi sampai

Perlahan menepaki lorong cita

Ditepi alam hijau yang menutup angkasa

Dalam kesegaran yang masih menyelimuti

 

Suara burung pagi terdengar indah

Seakan menyambutku setiap pagi

Iramanya begitu mempesona

Alunannya begitu menyemangati

 

Waktu beranjak siang

Namun surya tertutup awan tebal

Tak mampu menembus permukaan langit

Menyisakan cerah yang terbungkus kelam

 

Diatas tanah yang tertutup daun gugur

Embun masih bertengger indah

Menghias bagai permata di atas daun hijau

Memberi kesegaran pada setiap serangga haus

 

Suara aliran air tampak syahdu

Disela batuan gunung yang apik

Bermain di lorong kecil yang dangkal

Saling bersahutan manja

Membisikkan suara alam

Meresap ketitik hati

Menggugah langkah untuk berhenti

Menenangkan hati untuk diam

 

Sesekali suara burung laut memanggil

Membahana dalam desiran angin

Memantul kebukit cadas hijau

Mambagi suasana beragam

 

Kabut sela pohon mulai menipis

Mengokohkan panorama hening

Melukiskan kealamian yang dalam

 

Aku masih sendiri

Melangkah diatas batu kecil persegi

Yang mengatur diri bagai batas permadani coklat

Mengokoh membatasi hias lapis bumi

 

Sesekali ketengadah

Menghirup udara terbersih

Membiarkan darah mengalir teratur

Melepas sesal yang masih tersisa

Menjemput semangat yang mananti

Dengan kerja meraih cita agung

 

MelaSayang Hokkaido July 2005

Image hosted by Photobucket.com

   0 comments

Leave a Comment:

Name


Homepage (optional)


Comments