|
Lorong Cita Langkahku belum lagi sampai Perlahan menepaki lorong cita Ditepi alam hijau yang menutup angkasa Dalam kesegaran yang masih menyelimuti Suara burung pagi terdengar indah Seakan menyambutku setiap pagi Iramanya begitu mempesona Alunannya begitu menyemangati Waktu beranjak siang Namun surya tertutup awan tebal Tak mampu menembus permukaan langit Menyisakan cerah yang terbungkus kelam Diatas tanah yang tertutup daun gugur Embun masih bertengger indah Menghias bagai permata di atas daun hijau Memberi kesegaran pada setiap serangga haus Suara aliran air tampak syahdu Disela batuan gunung yang apik Bermain di lorong kecil yang dangkal Saling bersahutan manja Membisikkan suara alam Meresap ketitik hati Menggugah langkah untuk berhenti Menenangkan hati untuk diam Sesekali suara burung laut memanggil Membahana dalam desiran angin Memantul kebukit cadas hijau Mambagi suasana beragam Kabut sela pohon mulai menipis Mengokohkan panorama hening Melukiskan kealamian yang dalam Aku masih sendiri Melangkah diatas batu kecil persegi Yang mengatur diri bagai batas permadani coklat Mengokoh membatasi hias lapis bumi Sesekali ketengadah Menghirup udara terbersih Membiarkan darah mengalir teratur Melepas sesal yang masih tersisa Menjemput semangat yang mananti Dengan kerja meraih cita agung MelaSayang
|
| Leave a Comment: |