"Ketegaran Menjemput Kasih Sayang"

Masih sangat panjang perjalanan
Ketika cahaya kecilku di genggam kegundahan
Masih jauh yang harus di lewati
Ketika kesucian kecilku di tahan perasaan mabuk
Masih lama hitungan hari
Ketika mutiara kecilku terus di rintang tangis

Harapan terangkul kasih sayang yang memberi semangat
Untuk tetap ceria dalam ayunan kaki
Untuk tetap senyum di selimuti waktu
Untuk tetap sehat di intip sakit
Untuk tetap tegar di rayu lelah

Akhirnya rangkulan itu menjemput
Mengangkat kepermukaan kasih sayang
Mencium kedalam hati yang paling dalam
Memeluk sekuat gejolak rindu yang terlepasc

--Saat MelaSayang tiba di Narita--










   




WEB PAPIMELA


Indonesian Muslim Blogger


BlogFam Community



Info lengkap tentang
keluarga Kami ada di
MELASAYANG




 
Merangkai CITA dlm Gelap

Malam telah bergeser ke pagi (02.00) Saat untuk pertama kalinya aku di ajak SENSEI untuk ke Lapangan.

Dingin telah berganti segar dalam semangat berbuat yang terbaik

Masih panjang perjalanan merangkai CITA di negeri orang

Terdorong oleh DOA dan Harapan orang-orang Terkasih.

**Akkeshi-Estuary. Saat Pertama Mengambil Sample**



HOKKAIDO

"Dunia ini umpama lautan yg luas. Kita adalah kapal yg belayar dilautan telah ramai kapal karam didalamnya..andai muatan kita adalah iman,dan layarnya takwa,nescaya kita akan selamat dari tersesat di lautan hidup ini. "

"Sahabat sejati adalah mereka yang sanggup berada disisimu ketika kamu memerlukan sokongan walaupun saat itu mereka sepatutnya berada di tempat lain yang lebih menyeronokkan. "

"Waktu kamu lahir, kamu menangis dan orang-orang di sekelilingmu tersenyum. Jalanilah hidupmu sehingga pada waktu kamu meninggal, kamu tersenyum dan orang-orang di sekelilingmu menangis. "

"Tanda-tanda orang yang budiman ialah dia akan berasa gembira jika dapat berbuat kebaikan kepada orang lain, dan dia akan berasa malu jika menerima kebaikan daripada orang lain. "

"Semulia-mulia manusia ialah orang yang mempunyai adab yang merendah diri ketika berkedudukan tinggi, memaaf ketika berdaya membalas dan bersikap adil ketika kuat -Khalifah Abdul Malik-. "

"Amat mudah untuk memadamkan api yang sedang marak, tetapi sukar untuk meredakan api kemarahan dalam diri. "

"Kata-kata itu sebenarnya tidak mempunyai makna untuk menjelaskan perasaan. Manusia boleh membentuk seribu kata-kata, seribu bahasa. Tapi kata-kata bukan bukti unggulnya perasaan "

"Lambang emas dalam diri kamu adalah fikiran kamu. Kamu dapat menggalinya sedalam-dalamnya dan sepuas-puas yang kamu inginkan -Abdullah Mansur M.H- "

"Mahkota kemanusiaan ialah rendah hati. "

"Setiap jiwa yang dilahirkan telah tertanam dengan benih untuk mencapai keunggulan hidup. Tetapi benih itu tidak akan tumbuh seandainya tidak dibajai dengan keberanian "

"Tubuh adalah rumah diri dan pikiran adalah cermin diri -Ma'ruf Kasim- "

"ALLAH akan memberi apa yang terbaik bagi kamu bukan apa yang terbaik menurut kamu -Ma'ruf Kasim-









Yang Sudah Mampir








If you want to be updated on this weblog Enter your email here:



rss feed

Tuesday, July 19, 2005
Lorong Cita

Lorong Cita

 

Langkahku belum lagi sampai

Perlahan menepaki lorong cita

Ditepi alam hijau yang menutup angkasa

Dalam kesegaran yang masih menyelimuti

 

Suara burung pagi terdengar indah

Seakan menyambutku setiap pagi

Iramanya begitu mempesona

Alunannya begitu menyemangati

 

Waktu beranjak siang

Namun surya tertutup awan tebal

Tak mampu menembus permukaan langit

Menyisakan cerah yang terbungkus kelam

 

Diatas tanah yang tertutup daun gugur

Embun masih bertengger indah

Menghias bagai permata di atas daun hijau

Memberi kesegaran pada setiap serangga haus

 

Suara aliran air tampak syahdu

Disela batuan gunung yang apik

Bermain di lorong kecil yang dangkal

Saling bersahutan manja

Membisikkan suara alam

Meresap ketitik hati

Menggugah langkah untuk berhenti

Menenangkan hati untuk diam

 

Sesekali suara burung laut memanggil

Membahana dalam desiran angin

Memantul kebukit cadas hijau

Mambagi suasana beragam

 

Kabut sela pohon mulai menipis

Mengokohkan panorama hening

Melukiskan kealamian yang dalam

 

Aku masih sendiri

Melangkah diatas batu kecil persegi

Yang mengatur diri bagai batas permadani coklat

Mengokoh membatasi hias lapis bumi

 

Sesekali ketengadah

Menghirup udara terbersih

Membiarkan darah mengalir teratur

Melepas sesal yang masih tersisa

Menjemput semangat yang mananti

Dengan kerja meraih cita agung

 

MelaSayang Hokkaido July 2005

Image hosted by Photobucket.com

Posted at 10:14 am by maruf

 

Leave a Comment:

Name


Homepage (optional)


Comments




Previous Entry Home Next Entry