Lorong Cita
Langkahku belum lagi sampai
Perlahan menepaki lorong cita
Ditepi alam hijau yang menutup angkasa
Dalam kesegaran yang masih menyelimuti
Suara burung pagi terdengar indah
Seakan menyambutku setiap pagi
Iramanya begitu mempesona
Alunannya begitu menyemangati
Waktu beranjak siang
Namun surya tertutup awan tebal
Tak mampu menembus permukaan langit
Menyisakan cerah yang terbungkus kelam
Diatas tanah yang tertutup daun gugur
Embun masih bertengger indah
Menghias bagai permata di atas daun hijau
Memberi kesegaran pada setiap serangga haus
Suara aliran air tampak syahdu
Disela batuan gunung yang apik
Bermain di lorong kecil yang dangkal
Saling bersahutan manja
Membisikkan suara alam
Meresap ketitik hati
Menggugah langkah untuk berhenti
Menenangkan hati untuk diam
Sesekali suara burung laut memanggil
Membahana dalam desiran angin
Memantul kebukit cadas hijau
Mambagi suasana beragam
Kabut sela pohon mulai menipis
Mengokohkan panorama hening
Melukiskan kealamian yang dalam
Aku masih sendiri
Melangkah diatas batu kecil persegi
Yang mengatur diri bagai batas permadani coklat
Mengokoh membatasi hias lapis bumi
Sesekali ketengadah
Menghirup udara terbersih
Membiarkan darah mengalir teratur
Melepas sesal yang masih tersisa
Menjemput semangat yang mananti
Dengan kerja meraih cita agung
MelaSayang Hokkaido July 2005

Posted at 10:14 am by maruf
Kesan Anda